" nama ustad " : " < b > ust . ahmad sarwat , lc . , ma < / b > " , " judul " : " < h3 > gelar resepsi nikah dengan tutup jalan < / h3 > " , " isi " :[ " pak ustadz , " , " r n " , " r npertanyaan ini muncul karena saat ini sudah jadi tradisi laksana resepsi nikah di jalan , tutup jalan umum sehingga banyak orang yang ingin lewat jalan sebut harus putar cari jalan lain . " , " r n " , " r nhukumnya bagaimana ustadz ? " , " r n " , " r nterimakasih " ] , " jawaban0 " :[ ] , " jawaban1 " :[ " mon 10 november 2014 17 :33  " , "  16 . 997 views  n " , " n " , " n " , " pak ustadz , " , " r n " , " r npertanyaan ini muncul karena saat ini sudah jadi tradisi laksana resepsi nikah di jalan , tutup jalan umum sehingga banyak orang yang ingin lewat jalan sebut harus putar cari jalan lain . " , " r n " , " r nhukumnya bagaimana ustadz ? " , " r n " , " r nterimakasih " , " n " , " u00a0 " , " u00a0 " , " saya masuk orang yang kurang tuju gelar resepsi nikah , kalau gelar di tengah jalan hingga sampai tutup jalan dan orang - orang yang mau lewat jadi halang . " , " r n " , " r nkenapa demikian ? " , " r n " , " r nkarena ada larang tegas dalam syariah untuk halang orang yang lewat . jangan halang , kalau saja di jalan ada aral menintang atau ada onak dan duri , kita wajib buang , agar orang yang lewat tidak celaka . dan buang duri dari jalan itu rupa salah satu cermin iman kita kepada allah swt . " , " r n " , " r nmungkin kalau kita tengok ke jakarta di masa lalu , gelar hajat di jalan itu masih bisa saya erti . sebab di masa lalu , jakarta dan kota - kota lain masih sepi dari huni , tidak padat sepert i sekarang ini . jadi kalau ada tetangga yang sedang punya hajat , kita ikut gembira dan semua anggota masyarakat serta tetangga kanan kini ikut bantu dan korban . dan salah satu bentuk korban adalah rela jalan di kampung kita tutup sementara , masuk rela cari jalan putar yang agak jauh demi buah hajat tetangga . " , " r n " , " r ntetapi ingat saya , hajat orang jakarta tempo dulu pun juga tidak sampai tutup jalan . hajat seperti itu lebih sering gelar di halaman rumah atau di lapang buka . kadang gelar panggung lenong , wayang atau layar tancep , atau apa lah jenis . tetapi jalan tetap bisa untuk orang lewat . " , " r n " , " r nsaya juga masih bisa paham kalau hajat tutup jalan itu laku di kampung nun jauh di mata , mana duduk sepi dan jarang - jarang . maka begitu ada hajat , kita semua yang jadi tetangga kampung ikut korban juga . dan tentu malah bangga dan rela kalau sampai hajat bisa tutup jalan tempat kita lewat . " , " r n " , " r ntetapi ketika kita bicara tentang lokasi di jakarta yang padat , macet , jalan sempit dan frekuensi lalu lintas sangat padat , tentu lain lagi cerita . apalagi yang nama hajat pengantin atau sunat , nyaris hampir tiap hari sabtu dan ahad gelar . kadang bukan cuma satu tempat , tetapi bisa sampai dua atau tiga titik yang saling dekat . sehingga buat bingung para guna jalan , mau lewat mana lagi , karena semua jalan tutup . " , " r n " , " r nkalau sudah begini , maka tutup jalan demi dar hajat sudah tidak produktif lagi , karena sudah ganggu sama duduk dan warga . sayang , pihak perintah agak banyak biar hal - hal ini jadi begitu saja . bahkan seringkali malah yang suka gelar hajat tutup jalan justru pak rt , pak rw , pak lurah , pak camat dan jabat lain . " , " r n " , " r nmaksudnya , mereka yang harus tegak disiplin , malah justru jadi langgar disiplin itu sendiri . " , " r n " , " r n " , " r n " , " r nkalau kita pindah arah bahas kepada tanya : kenapa kita harus gelar hajat , kadang - kadang kurang masuk akal juga . yang jelas , walau pun syariah islam anjur orang selenggara walimah nikah , tetapi kalau judul pakai tutup jalan segala , sehingga orang - orang yang lewat jadi halang , tentu sudah tidak lagi prporsional . apalagi bila posisi jalan itu jalan penting dan utama , mana orang akan sulit sekali kalau sampai tutup , maka hukum malah jadi haram . " , " r n " , " r nselain walimah nikah , benar kalau cuma hajat ulang tahun , atau khitan anak , tidak ada harus untuk raya , apalagi sampai tutup jalan , pasang panggung hibur di tengah jalan dan terus . semua itu kalau ada , jelas - jelas tidak asal dari ajar islam . tetapi lebih rupa tradisi saja , yang saya sendiri agak bingung kalau harus telusur asal - usul . " , " r n " , " r ndan dasar alam ngobrol - ngobrol dengan para selenggara hajat , nyata banyak di antara mereka yang serba salah . sebab yang nama hajat sudah pasti butuh dana besar , tidak semua orang siap buang - buang dana besar cuma buat dar bikin ramai . tetapi di sisi lain , ada macam rasa gengsi atau malah rasa salah , kalau sampai nikah anak misal , tetapi tanpa selenggara pesta besar yang sampai tutup jalan . " , " r n " , " r nseolah - olah ukur sukses tidak buah hajat itu ukur tutup atau tidak jalan di depan rumah . meski ukur ini tidak pernah tetap , tetapi nampaknya ' mazhab ' itu yang kurang lebih anut oleh banyak warga kita . dan ukur ini sering jadi bahan obrol tentang ukur sukses buah hajat . sangat konvensional dan kuno memang , tetapi nampaknya orang - orang suka dan senang sekali . " , " r n " , " r npak haji dul di samping rumah nampak sumringah sekali usai selenggara hajat anak , sebab dia terima lapor bahwa jalan macet panjang sampai 2 kilometer , karena ada hajat itu . itu arti hajat sukses . naudzubillah min zalik . jadi ukur sukses adalah susah orang lain . " , " r n " , " r nkalau paradigma seperti ini yang masih anut oleh banyak masyarakat kita , tentu butuh proses ganti generasi untuk balik . generasi pak haji dul bila sudah lewat nanti , lalu ganti oleh generasi anak dan cucu beliau , yang moga tidak waris paradigma yang sama , tetapi sudah ubah . " , " r n " , " r n " , " r nbicara tentang tertib dan tenang , saya punya u00a0pengalaman tarik ketika beri ceramah di jepang pada tahun 2008 . saat itu acara daurah tiga yang gelar di sekolah republik indonesia tokyo ( srit ) sedang break untuk tidur malam . bagi dari serta yang datang dari kota - kota lain di jepang pada duduk - duduk obrol di halaman , sambil santai . " , " r n " , " r ntiba - tiba datang tugas polisi sepeda , beri tegur yang asal lapor adu dari tetangga sekitar . rupa ada warga sekitar srit yang rasa ganggu dengar ada suara orang ngobrol di luar . padahal mereka yang ngobrol itu bukan ngobrol di jalan , tetapi masih di dalam halaman sendiri . karuan saja pimpin srit minta para serta yang sedang ngobrol di luar itu untuk masuk ke dalam gedung . " , " r n " , " r nsaya saksi dengan mata kepala sendiri , betapa tertib orang jepang ini . padahal mereka tidak agama islam , bahkan tidak pernah baca al - quran atau sunnah . cuma dalam urus hormat hak - hak publik , kayak mereka jauh lebih paham . "
